DESDM NTB

Yayasan Penabulu Gelar Konsultasi Publik Tentang Energi Terbarukan di Nusa Tenggara

Yayasan Penabulu menyelenggarakan konsultasi publik hasil penelitian bertajuk "Kajian Pemetaan dan Identifikasi Rantai Pasok dan Pasar Energi Terbarukan di Nusa Tenggara (NTB dan NTT)" di Hotel Fave pada hari Selasa, 25 Juni 2024. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas ESDM Provinsi NTB sebagai penanggap utama.

Dalam pemaparan hasil penelitian oleh Dr. Rosmaliati, ST, MT, dari Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram, disampaikan bahwa pemanfaatan biomassa tempurung kelapa di NTT mulai berkembang secara komersial. Tempurung kelapa digunakan untuk pembuatan arang dan briket tempurung kelapa yang kemudian diekspor ke luar pulau dengan merek briket arang Larantuka yang mendapat sambutan baik di pasar. Namun, beberapa kendala masih dihadapi seperti pasar lokal yang terbatas, proses produksi tradisional, dan penurunan produktivitas pohon kelapa yang sudah berumur di atas 40 tahun.

Di NTB, pemanfaatan biomassa dilakukan melalui pembangunan biogas hingga produksi bio LNG dan cofiring dengan skala industri yang diusahakan oleh PT. Gerbang NTB Emas bekerjasama dengan Kaltimex Energy. Evaluasi menunjukkan bahwa implementasinya berjalan cukup baik, namun memerlukan perbaikan dalam layanan purna jual agar umur biogas lebih panjang.

Niken Arumdati ST,M.Sc dari Dinas ESDM Provinsi NTB menekankan tantangan dalam pengembangan biomassa, yaitu harga, kontinuitas pasokan bahan baku, dan pasar. Menurut Niken, upaya peremajaan tanaman biomassa diperlukan untuk menjaga kontinuitas pasokan. Pemerintah juga perlu mengedukasi komunitas agar proses produksi briket bisa dilakukan di tingkat komunitas, sehingga nilai tambahnya memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Sebagai contoh, arang di pasar dijual seharga Rp. 7.000 per kg, namun jika diolah menjadi briket arang, nilainya bisa mencapai Rp. 30.000 per kg.

Insentif kebijakan dari Pemerintah juga penting untuk mengurangi biaya produksi sehingga harga jual produk bisa bersaing di pasaran, misalnya melalui pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan atau insentif pajak lainnya. Pemerintah juga diharapkan dapat menjembatani pemasaran produk, terutama jika permintaan di level lokal masih sulit, dengan memperluas akses pemasaran ke luar pulau atau melalui e-commerce.

Untuk biogas, Niken menegaskan pentingnya workshop lokal yang menyediakan jasa perbaikan dan menjual suku cadang biogas, terutama di daerah dengan jumlah biogas yang banyak. Peran serta SMK sebagai pencetak tenaga terampil yang siap kerja juga sangat penting.

Sebagai penutup, Niken sangat mengapresiasi penelitian yang diprakarsai oleh Yayasan Penabulu ini. Penelitian ini menambah pengetahuan bagi peserta konsultasi publik dari berbagai kalangan, termasuk pengambil kebijakan, akademisi, kelompok perempuan dan difabel, UMKM, dan swasta, untuk berperan sesuai porsinya dalam menyukseskan transisi energi yang berkeadilan di Nusa Tenggara Barat. (ysppid)


Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, kewenangan dekonsentrasi dan pembantuan dalam bidang Energi dan Sumber Daya Mineral di Provinsi NTB.


NTB Prov.

KONTAK KAMI

Jl. Majapahit No.40, Kekalik Jaya, Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83010

(0370) 621356
Copyright 2024. Dinas ESDM NTB.