- Oleh Administrator
- - Jun 26, 2024
- - Berita
Yayasan Penabulu Gelar Konsultasi Publik Tentang Energi Terbarukan di Nusa Tenggara
Yayasan Penabulu menyelenggarakan konsultasi publik hasil penelitian bertajuk "Kajian Pemetaan dan Identifikasi Rantai Pasok dan Pasar Energi Terbarukan di Nusa Tenggara (NTB dan NTT)" di Hotel Fave pada hari Selasa, 25 Juni 2024. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas ESDM Provinsi NTB sebagai penanggap utama.
Dalam pemaparan hasil penelitian oleh Dr. Rosmaliati, ST, MT, dari Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram, disampaikan bahwa pemanfaatan biomassa tempurung kelapa di NTT mulai berkembang secara komersial. Tempurung kelapa digunakan untuk pembuatan arang dan briket tempurung kelapa yang kemudian diekspor ke luar pulau dengan merek briket arang Larantuka yang mendapat sambutan baik di pasar. Namun, beberapa kendala masih dihadapi seperti pasar lokal yang terbatas, proses produksi tradisional, dan penurunan produktivitas pohon kelapa yang sudah berumur di atas 40 tahun.
Di NTB, pemanfaatan biomassa dilakukan melalui pembangunan biogas hingga produksi bio LNG dan cofiring dengan skala industri yang diusahakan oleh PT. Gerbang NTB Emas bekerjasama dengan Kaltimex Energy. Evaluasi menunjukkan bahwa implementasinya berjalan cukup baik, namun memerlukan perbaikan dalam layanan purna jual agar umur biogas lebih panjang.
Niken Arumdati ST,M.Sc dari Dinas ESDM Provinsi NTB menekankan tantangan dalam pengembangan biomassa, yaitu harga, kontinuitas pasokan bahan baku, dan pasar. Menurut Niken, upaya peremajaan tanaman biomassa diperlukan untuk menjaga kontinuitas pasokan. Pemerintah juga perlu mengedukasi komunitas agar proses produksi briket bisa dilakukan di tingkat komunitas, sehingga nilai tambahnya memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Sebagai contoh, arang di pasar dijual seharga Rp. 7.000 per kg, namun jika diolah menjadi briket arang, nilainya bisa mencapai Rp. 30.000 per kg.
Insentif kebijakan dari Pemerintah juga penting untuk mengurangi biaya produksi sehingga harga jual produk bisa bersaing di pasaran, misalnya melalui pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan atau insentif pajak lainnya. Pemerintah juga diharapkan dapat menjembatani pemasaran produk, terutama jika permintaan di level lokal masih sulit, dengan memperluas akses pemasaran ke luar pulau atau melalui e-commerce.
Untuk biogas, Niken menegaskan pentingnya workshop lokal yang menyediakan jasa perbaikan dan menjual suku cadang biogas, terutama di daerah dengan jumlah biogas yang banyak. Peran serta SMK sebagai pencetak tenaga terampil yang siap kerja juga sangat penting.
Sebagai penutup, Niken sangat mengapresiasi penelitian yang diprakarsai oleh Yayasan Penabulu ini. Penelitian ini menambah pengetahuan bagi peserta konsultasi publik dari berbagai kalangan, termasuk pengambil kebijakan, akademisi, kelompok perempuan dan difabel, UMKM, dan swasta, untuk berperan sesuai porsinya dalam menyukseskan transisi energi yang berkeadilan di Nusa Tenggara Barat. (ysppid)
Artikel Terpopuler
1
Perizinan di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara Pasca Terbitnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020
13 Agu 2020 / 26159x dilihat
2
3
Pembersihan sumur bor menggunakan udara bertekanan
02 Nov 2020 / 6965x dilihat
4
Pemanfaatan Energi Terbarukan Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop
01 Des 2020 / 6221x dilihat
5
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Usaha Pertambangan di Kabupaten Lombok Timur
23 Feb 2021 / 3115x dilihat
Artikel Lainnya
Lihat SemuaPembersihan sumur bor menggunakan udara bertekanan
oleh Administrator / 02 Nov 2020
