- Oleh Administrator
- - Jul 24, 2025
- - Berita
Universitas Mataram Gelar Seminar Nasional Teknologi Ramah Lingkungan untuk Ketahanan Pangan dan Energi
MATARAM - Universitas Mataram menyelenggarakan Seminar Nasional Pascasarjana dengan tema "Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Ketahanan Pangan dan Energi" di Prime Prak Hotel, Kamis (24/7/2024). Kegiatan ini menghadirkan narasumber salah satunya dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral NTB, Niken Arumdati, ST., M.Sc.
Seminar ini menjadi wadah ilmiah bagi mahasiswa, peneliti, dosen, dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu untuk berdiskusi dan berbagi gagasan mengenai inovasi teknologi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan global terkait krisis pangan, perubahan iklim, dan transisi energi.
Rektor Universitas Mataram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D., menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner dalam menciptakan solusi teknologi yang efisien, aplikatif, ramah lingkungan, dan berbasis kearifan lokal.
"Kita memiliki semua teknologi yang dibutuhkan—kincir angin, panel surya, biogas, hingga tenaga air. Pertanyaannya: mengapa kita masih ragu menerapkannya? Mulailah dari hal kecil: pasang panel surya di rumah, manfaatkan biogas dari kotoran ternak. Jangan tunggu 'proyek besar' ketika yang kecil pun bisa mengubah banyak hal," seru Prof Bambang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan komitmen NTB dalam membangun ketahanan pangan berkelanjutan melalui kolaborasi dan inovasi, sekaligus menyoroti urgensi mengatasi pemborosan pangan (food loss & waste).
Aidy menekankan tiga prioritas NTB yakni penanganan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, dan pariwisata dengan langkah konkret seperti penyaluran bantuan pangan, optimalisasi lahan, dan kolaborasi dengan TNI serta akademisi.
"Kami membuka peluang pemanfaatan lahan milik pemerintah untuk riset dan pengembangan pangan. Mari bersama wujudkan NTB yang mandiri pangan!" ajak Aidy.
Tantangan utama yang dihadapi adalah fluktuasi harga, food loss/waste, dan ketergantungan impor. Solusinya berupa penguatan produksi lokal, teknologi ramah lingkungan, dan perubahan pola konsumsi.
Niken Arumdati dari Dinas ESDM NTB menegaskan komitmen provinsi dalam mendukung transisi energi dan mendorong inovasi pembangunan berkelanjutan. Komitmen ini telah disampaikan Wakil Gubernur NTB pada forum COP26 di Glasgow tahun 2021 dan dituangkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 43 Tahun 2024.
Lima pilar aksi utama transisi energi NTB meliputi:
1. Dekarbonisasi pembangkitan listrik (PLTS, PLTMH, PLT Bayu, Waste to Energy)
2. Implementasi konservasi energi di sektor rumah tangga
3. Dekarbonisasi sektor industri melalui penerapan industri hijau
4. Implementasi prinsip bangunan hijau (green building)
5. Dekarbonisasi sektor transportasi (EV dan green hydrogen)
Langkah implementasi yang telah berjalan mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) ground-mounted, PLTMH/PLTM, biogas skala rumah tangga, dan pengembangan cofiring di PLTU.
"Saat ini kemitraan dengan berbagai lembaga nasional dan internasional untuk menyusun kajian pra-kelayakan energi angin, green hydrogen dan waste to energy, yang telah mendapatkan kuota dalam RUPTL nasional," jelas Niken.
Inisiatif lain meliputi penerbitan sukuk hijau oleh Bank NTB Syariah sebagai skema pembiayaan proyek energi terbarukan, kerja sama dengan dua SMK, PLN, dan BPSDM untuk mendirikan bengkel konversi sepeda motor listrik yang telah mendapat sertifikasi grade B dari Kemenhub.
Dukungan terhadap start-up dan universitas lokal diwujudkan dalam proyek percontohan sistem pendingin berbasis tenaga surya untuk hasil tangkapan nelayan di Pulau Bungin, Sumbawa.
Sektor industri pertambangan juga turut dalam agenda transisi energi. AMNT telah membangun PLTS ground-mounted berkapasitas 26,8 MW di Kabupaten Sumbawa Barat, serta pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) berkapasitas 60 MW oleh Sumbawa Timur Mining di Kabupaten Dompu.
NTB juga memberikan perhatian khusus pada aspek inklusivitas melalui kemitraan dengan Yayasan Penabulu dan Forum Energi Daerah untuk edukasi dan pemberdayaan kelompok perempuan dan penyandang disabilitas agar turut terlibat dalam transformasi energi.
Niken menegaskan bahwa semua ini dilakukan berdasarkan tiga prinsip utama: komitmen politik yang kuat, pelibatan multipihak yang luas, serta penciptaan lingkungan yang mendukung investasi hijau melalui regulasi yang tepat.
"Kehadiran kita dalam seminar ini adalah bentuk nyata dari sinergi dan komitmen kolektif untuk bersama-sama mewujudkan masa depan yang lebih cerdas, hijau, dan berketahanan," tutup Niken.
Penulis: Yudi Sutowibowo
Dokumentasi: Dinas ESDM NTB
Redaktur: Niken Arumdati
Artikel ini dapat disiarkan ulang dengan mencantumkan sumber esdm.ntbprov.go.id.
Artikel Terpopuler
1
Perizinan di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara Pasca Terbitnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020
13 Agu 2020 / 26159x dilihat
2
3
Pembersihan sumur bor menggunakan udara bertekanan
02 Nov 2020 / 6965x dilihat
4
Pemanfaatan Energi Terbarukan Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop
01 Des 2020 / 6221x dilihat
5
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Usaha Pertambangan di Kabupaten Lombok Timur
23 Feb 2021 / 3115x dilihat
Artikel Lainnya
Lihat SemuaPembersihan sumur bor menggunakan udara bertekanan
oleh Administrator / 02 Nov 2020
