- Oleh Administrator
- - Sep 23, 2024
- - Berita
Srikandi Energi NTB: Perempuan sebagai Penggerak Utama dalam Transisi Energi Terbarukan
Nusa Tenggara Barat (NTB) memperlihatkan komitmen yang kuat dalam pengembangan energi terbarukan, menggabungkan keberlanjutan lingkungan dengan pemberdayaan perempuan. Melalui program-program strategis, perempuan di NTB semakin berperan aktif dalam pengelolaan energi terbarukan, baik sebagai teknisi, wirausaha, maupun pengambil kebijakan. Inisiatif ini menegaskan bahwa perempuan adalah penggerak utama perubahan sosial dan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.
Salah satu inisiatif unggulan adalah peran perempuan dalam komunitas yang berkontribusi pada percepatan transisi energi bersih di NTB. Tidak hanya aktif dalam perusahaan, mereka juga menginspirasi komunitas perempuan lainnya untuk terlibat dalam pengembangan energi terbarukan. Hal ini menjadi semakin penting seiring dengan tujuan NTB untuk mencapai Net Zero Emissions pada tahun 2050.
Pada acara Empowering Women in Renewable Energy yang diselenggarakan di Universitas Mataram pada 18 September 2024, perempuan diberikan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan, menjalin kolaborasi, serta berbagi pengalaman dalam sektor energi terbarukan. Acara ini menegaskan pentingnya peran perempuan dalam semua tahapan pengelolaan energi, dari tingkat komunitas hingga pengambilan keputusan strategis.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB juga terus mendukung proyek-proyek energi terbarukan yang melibatkan perempuan. Sekretaris Dinas ESDM NTB, Niken Arumdati, ST., M.Sc., menegaskan bahwa inisiatif pemberdayaan perempuan ini sejalan dengan visi NTB untuk mencapai Net Zero Emissions. "Kami mendukung langkah-langkah yang melibatkan perempuan lokal dalam proyek energi bersih, yang juga memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Salah satu proyek terdepan adalah Pro-Women for Renewable Energy, yang melibatkan tiga desa di NTB: Karang Sidemen, Lantan, dan Aik Berik. Proyek ini melibatkan pembangunan PLTS atap, solar dryer dome, pelatihan literasi keuangan, serta pendampingan teknis dalam pengelolaan energi terbarukan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan perempuan di bidang energi bersih dan berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta Net Zero Emissions.
Proyek ini adalah hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB, Kementerian Dalam Negeri, Yayasan Rumah Energi, serta didukung oleh lembaga filantropi Ford Foundation dan PT Insight Management. Sebagian dana yang dikumpulkan PT Insight Management dari masyarakat digunakan untuk membiayai inisiatif ini, menunjukkan pentingnya kontribusi masyarakat dalam mendukung transisi energi.
Selain itu, proyek ini juga memiliki fokus pada pemberdayaan perempuan dalam sektor teknologi dan kebijakan. Di NTB, UMKM yang dikelola oleh perempuan, terutama di sektor kopi, memiliki tantangan besar, terutama terkait metode pengolahan tradisional yang bergantung pada cuaca. Proyek ini memberikan solusi dengan memanfaatkan teknologi energi terbarukan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, seperti melalui penggunaan solar dryer yang membantu mengurangi biaya listrik dan meningkatkan pendapatan.
Dalam memperkuat sektor energi terbarukan di NTB, beberapa strategi telah diusulkan untuk mendorong perkembangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Salah satu langkah penting adalah memperkenalkan teknologi energi terbarukan kepada masyarakat dan membangun kapasitas mitra lokal sebagai tenaga teknis yang terampil. Selain itu, kerjasama dengan lembaga keuangan diperlukan untuk mendukung akses pembiayaan energi terbarukan, serta koordinasi dengan pemerintah dalam pengembangan regulasi yang mendukung inisiatif ini.
Kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil (CSO) dan LSM yang memiliki visi serupa di bidang lingkungan dan transisi energi juga sangat penting. Kelembagaan energi terbarukan yang difasilitasi oleh pemerintah desa harus lebih terkoordinir, memiliki aturan yang jelas, serta mendapatkan dukungan anggaran untuk pemeliharaan.
Teknologi juga dimanfaatkan dalam proses monitoring dan evaluasi pasca-proyek guna mengukur dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkala. Penggunaan alat seperti kobotool atau WhatsApp untuk pengumpulan data memungkinkan pemantauan yang lebih akurat dan mendalam, yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan proyek-proyek energi terbarukan di masa mendatang.
Sebagai penutup, Niken Arumdati menegaskan bahwa proyek-proyek ini memiliki komitmen untuk menerapkan prinsip "Triple Bottom Line" profit, masyarakat, dan lingkungan dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Salah satu aspek penting adalah mendorong pemanfaatan energi terbarukan di tingkat masyarakat, sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dan pemerintah.
Dengan kontribusinya terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, proyek ini diharapkan memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. NTB memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, terutama melalui PLTS, dan diharapkan menjadi model nasional dalam transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.
Penulis: Yudi Sutowibowo
Redaktur: Niken Arumdati
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan/atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber: desdm.ntbprov.go.id
Artikel Terpopuler
1
Perizinan di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara Pasca Terbitnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020
13 Agu 2020 / 26159x dilihat
2
3
Pembersihan sumur bor menggunakan udara bertekanan
02 Nov 2020 / 6965x dilihat
4
Pemanfaatan Energi Terbarukan Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop
01 Des 2020 / 6221x dilihat
5
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Usaha Pertambangan di Kabupaten Lombok Timur
23 Feb 2021 / 3114x dilihat
Artikel Lainnya
Lihat SemuaPembersihan sumur bor menggunakan udara bertekanan
oleh Administrator / 02 Nov 2020
