DESDM NTB

Rapat Forum Energi Daerah: Kolaborasi Membangun Visi Energi Berkelanjutan Untuk NTB.

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengambil langkah-langkah signifikan dalam pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Mengakui pentingnya sumber energi yang berkelanjutan dan perlunya pemanfaatan energi terbarukan, pemerintah provinsi telah mengambil langkah proaktif untuk memajukan hal ini, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Global Green Growth Institute (GGGI) menyelenggarakan serangkaian Forum Energi yang menjadi panggung bagi para pemangku kepentingan untuk bersatu dalam menghadapi tantangan dan peluang sektor energi di wilayah NTB. 

Dengan diawali sambutan dari kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral NTB, rapat Forum Energi dibuka dengan semangat untuk menggalang kolaborasi lintas sektor dalam memajukan sektor energi di provinsi ini. “Rapat Forum Energi Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat selain menjalin silaturahmi juga telah menjadi momentum penting dalam perjalanan menuju transformasi energi yang lebih berkelanjutan dan inklusif, Sebab akhir -akhir ini, kita semakin gincarnya berbicara tentang energi. Terutama kalau kita berbicara tentang energi baru terbarukan yang akan membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkap Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral NTB, H. Sahdan ST,MT Selasa, (5/3). 

Dalam rapat tersebut Kadis ESDM NTB menjelaskan mengenai potensi energi terbarukan, kebijakan energi, serta proyek-proyek strategis menjadi fokus utama untuk membangun visi energi yang berkelanjutan bagi Pemerintah Provinsi NTB. 

“jadi maksudnya kita kumpul hari ini di sini Bapak Ibu adalah bagaimana agar energi yang kita pakai ini betul-betul energi bersih itu tujuannya, karena forum ini bukan forum baru, sudah lama,cuma jarang kumpul, ini karena ada beberapa permintaan kemarin kenapa acara ini dijadualkan,” ungkap H. Sahdan.


Para pemangku kepentingan nantinya akan menyajikan analisis tentang potensi energi terbarukan yang melimpah di NTB, termasuk energi surya, angin, dan hidro. Potensi ini menjadi landasan untuk merumuskan strategi pengembangan energi yang berkelanjutan, jelas H. Sahdan.
Kadis ESDM NTB juga menjelaskan forum ini bertujuan agar kita memperoleh pemahaman menyeluruh tentang dinamika energi saat ini, merumuskan action points untuk mencapai tujuan dan target dari Rencana Umum Energi Daerah (RUED), Energy Masterplan dan Rencana Pemerintah Daerah (RPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta merancang pendekatan untuk mengisi kesenjangan dalam mencapai target-target energi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Lebih lanjut Sekretaris Dinas ESDM Provinsi NTB, Niken Arumdati, ST, M.Sc. dalam diskusi rapat yang melibatkan 50 orang pemangku kepentingan dari berbagai sektor energi, akademisi, dan industry menjelaskan forum ini nantinya mengidentifikasi kebijakan yang dibutuhkan untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan. Pertimbangan meliputi regulasi yang mendukung investasi, insentif untuk penggunaan energi bersih, dan upaya untuk meningkatkan efisiensi energi. 

Dalam paparan yang disampaikan menjelaskan mengenai langkah-langkah konkrit yang akan diambil untuk mewujudkan visi energi berkelanjutan bagi NTB. Tindak lanjut termasuk rumusan action points untuk mencapai tujuan dan target dari RUED, Energy Masterplan, dan RPD NTB, serta penguatan kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam merancang pendekatan untuk mengisi kesenjangan. 

Selain itu Sekretaris Dinas ESDM Provinsi NTB, menjelaskan NTB Energy Masterplan Komitmen Net Zero Emissions 2050 yang merupakan inisiatif lokal yang diharapkan bisa berkontribusi terhadap komitmen global, untuk saat ini sudah ada beberapa hal yang dilakukan oleh pemerintah dan PLN yang mendorong kontribusi EBT yang lebih besar dalam sistem kelistrikan. 

“Meskipun, pada saat ini dari sisi pembangkitan listrik, kita masih di dominasi oleh diesel, namun sudah ada upaya untuk melakukan transisi menggunakan bahan bakar biodiesel, demikian juga ada gradual shifting atau pergeseran dari penggunaan bahan bakar batubara menggunakan biomasa melalui proyek popiring mengacu pada penggunaan biomasa sebagai sumber energi, jelas Niken. 

Lebih lanjut Niken menjelaskan selain itu juga kita ada kontribusi dari PLS dan mikro serta mini hydro yang diusahakan oleh swasta namun kemudian listriknya di beli oleh PLN. 

Niken berharap Rapat Forum Energi Daerah bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi merupakan tonggak awal bagi NTB dalam merumuskan strategi energi yang berkelanjutan dan inklusif. Kolaborasi antara semua pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan visi bersama untuk masa depan energi yang lebih baik di wilayah ini, tutup Niken. 

Ir. Fabby Tumiwa selaku Direktur IESR dan Dr. Kurnya Roesad selaku lead economist dari GGGI memaparkan potensi PLTS Terapung sebagai contoh project energi terbarukan yang pengurangan emisinya dapat diperdagangkan. Provinsi NTB sendiri memiliki banyak potensi di sektor energi yang dapat diikutkan dalam carbon trading. 

Dr. Kurnya lebih lanjut menjelaskan, namun sebelumnya diperlukan pemetaan NDC (Nationally Determined Contributions) dari Pemerintah Pusat agar jelas pihak mana yang bisa mengklaim hak penjualan karbonnya. Misal, di wilayah KEK Mandalika yang dikelola oleh ITDC, sebagian wilayahnya masih rimbun ditutupi oleh hutan bakau. Jika sudah ada pemetaan yang jelas dari Pemerintah Pusat, ITDC dapat mengikuti perdagangan karbon dengan mengklaim pengurangan emisi dari hutan bakau. (ysppid).


Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, kewenangan dekonsentrasi dan pembantuan dalam bidang Energi dan Sumber Daya Mineral di Provinsi NTB.


NTB Prov.

KONTAK KAMI

Jl. Majapahit No.40, Kekalik Jaya, Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83010

(0370) 621356
Copyright 2026. Dinas ESDM NTB.