- Oleh Administrator
- - Sep 23, 2024
- - Berita
Pro-Women for Renewable Energy: Peta Jalan 100% Energi Terbarukan NTB Menuju Net Zero Emission 2050
Mataram, 19 September 2024 – Dalam upaya mempercepat transisi menuju energi bersih, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meluncurkan Peta Jalan 100% Energi Terbarukan, yang bertujuan untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2050. Acara ini berlangsung di Prime Park Hotel & Convention dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, menandai komitmen NTB untuk memanfaatkan potensi energi terbarukan, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peta jalan tersebut menjadi pedoman utama dalam pengembangan energi terbarukan, terutama tenaga surya, angin, dan biomassa, dengan fokus mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, H. Sahdan, menjelaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pencapaian NZE. "Dengan dukungan dari berbagai pihak, peta jalan ini akan menjadi kunci untuk memanfaatkan potensi energi terbarukan secara optimal, sehingga target NZE 2050 dapat tercapai," ujarnya.
Peluncuran peta jalan ini tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga sektor swasta, akademisi, serta organisasi masyarakat sipil. Sekretaris Dinas ESDM NTB, Niken Arumdati, ST., M.Sc., menekankan bahwa inisiatif energi terbarukan di NTB berfokus pada kolaborasi dan peran aktif masyarakat, terutama perempuan. "Perempuan di NTB memainkan peran penting dalam mempercepat transisi energi, tidak hanya dalam pengelolaan proyek tetapi juga dalam pengambilan keputusan strategis. Mereka menjadi inspirasi bagi komunitas perempuan lainnya untuk ikut berperan aktif dalam pengembangan energi terbarukan," jelas Niken.
Salah satu proyek unggulan yang disorot adalah Pro-Women for Renewable Energy, yang melibatkan perempuan dari tiga desa di NTB: Karang Sidemen, Lantan, dan Aik Berik. Proyek ini mencakup pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap, Solar Dryer Dome, serta pelatihan teknis dan literasi keuangan bagi komunitas setempat. Tujuannya adalah untuk memperkuat kapasitas perempuan dalam mengelola teknologi energi terbarukan, yang berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan NZE.
PLTS Atap dengan kapasitas 505 Wp telah dibangun untuk mendukung rumah produksi kopi di KWT Kaki Rinjani, Desa Karang Sidemen, yang dilengkapi dengan pelatihan teknis bagi petani. Selain itu, satu unit Solar Dryer Dome berukuran 6m x 8m dibangun di KWT Elong Tune, Desa Lantan, yang bertujuan meningkatkan efisiensi pengeringan hasil pertanian, khususnya kopi. Dengan menggunakan teknologi energi terbarukan, para petani dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk mereka, yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi.
Pelatihan literasi keuangan juga diberikan kepada 25 anggota KWT dan petani kopi, dengan tujuan agar mereka mampu mengelola keuangan secara lebih bijaksana, serta memaksimalkan keuntungan dari usaha pertanian. Selain itu, pelatihan kelembagaan keuangan yang melibatkan 20 orang dari berbagai lembaga keuangan seperti koperasi, perbankan, dan Bumdes bertujuan memperkuat ekosistem keuangan di desa-desa tersebut, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengakses pembiayaan untuk mengembangkan usaha mikro.
Pendampingan teknis dan monitoring pasca proyek juga menjadi bagian penting dari inisiatif ini. Tim pendampingan aktif melakukan evaluasi terhadap instalasi energi terbarukan, memastikan bahwa fasilitas yang dibangun dapat beroperasi dengan efisien dan terus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
NTB juga memanfaatkan teknologi dalam proses monitoring dan evaluasi dampak proyek-proyek energi terbarukan. Alat seperti Kobotool dan WhatsApp digunakan untuk pengumpulan data pasca-proyek guna mengukur dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari inisiatif yang diluncurkan. Data yang diperoleh akan digunakan untuk merancang proyek-proyek lanjutan yang lebih efisien dan tepat sasaran.
Kerja sama dengan lembaga keuangan turut dioptimalkan guna memfasilitasi pembiayaan untuk proyek energi terbarukan. NTB berencana memperluas akses masyarakat terhadap teknologi bersih dengan melibatkan lembaga filantropi, koperasi, dan BUMDes dalam proyek-proyek di masa depan. Selain itu, kolaborasi dengan LSM dan organisasi masyarakat sipil (CSO) yang memiliki visi dan komitmen serupa dalam transisi energi juga sangat penting dalam mendukung pengembangan kelembagaan energi di tingkat desa.
Dengan potensi besar yang dimiliki NTB dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya tenaga surya, langkah-langkah strategis ini diharapkan mempercepat perjalanan provinsi ini menuju masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan. NTB bertekad menjadi model nasional dalam transisi energi bersih dan berkontribusi pada pencapaian NZE, sekaligus membuka peluang ekonomi baru, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong investasi di sektor energi terbarukan.
Penulis: Yudi Sutowibowo
Redaktur: Niken Arumdati
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan/atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber: desdm.ntbprov.go.id
Artikel Terpopuler
1
Perizinan di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara Pasca Terbitnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020
13 Agu 2020 / 26159x dilihat
2
3
Pembersihan sumur bor menggunakan udara bertekanan
02 Nov 2020 / 6965x dilihat
4
Pemanfaatan Energi Terbarukan Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop
01 Des 2020 / 6221x dilihat
5
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Usaha Pertambangan di Kabupaten Lombok Timur
23 Feb 2021 / 3114x dilihat
Artikel Lainnya
Lihat SemuaPembersihan sumur bor menggunakan udara bertekanan
oleh Administrator / 02 Nov 2020
