- Oleh Administrator
- - Mar 10, 2026
- - Berita
Pemprov NTB dan GGGI Perkuat Kapasitas Inventarisasi Emisi Menuju Pembangunan Rendah Karbon
Mataram, 9 Maret 2026 – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Global Green Growth Institute (GGGI) menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Metodologi Inventarisasi Baseline Emisi di Golden Palace Hotel Lombok, Senin (9/3/2026).
Kegiatan yang memasuki tahun ketiga kerja sama teknis dengan GGGI dan Kementerian PPN/Bappenas ini menghadirkan para pemangku kepentingan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas ESDM, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB.
Tingkatkan Pemahaman Teknis Inventarisasi Emisi
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dasar inventarisasi emisi, asumsi yang digunakan, serta logika perhitungan dalam menentukan baseline emisi. Peserta juga diharapkan mampu menerapkan metodologi secara mandiri dan memahami keterkaitannya dengan sistem pelaporan emisi daerah melalui platform AKSARA.
Kegiatan bersifat teknis dan aplikatif, dengan peserta diwajibkan membawa perangkat laptop untuk mendukung sesi praktik langsung (hands-on).
Komitmen NTB Percepat Transisi Energi
Sekretaris Dinas ESDM Provinsi NTB, Niken Arumdati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan program RE-ACT Renewable Energy Accelerared Transition.
"Melalui program RE-ACT, Provinsi NTB mendapatkan bantuan teknis untuk memperkuat perencanaan iklim dan energi berbasis data yang lebih akurat dan terukur. Ini adalah tahun ketiga GGGI dan Bappenas memberikan dukungan teknis bagi NTB dalam percepatan transisi energi," ujar Niken.
Ia menegaskan bahwa Provinsi NTB memiliki komitmen kuat dalam aksi iklim dan transisi energi. Hal ini tercermin dari implementasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2019 tentang Rencana Umum Energi Daerah, pengembangan energi terbarukan berkelanjutan, serta komitmen politik daerah untuk mencapai net zero emission lebih cepat dari target nasional.
Penguatan Kapasitas Institusi Jadi Prioritas
Niken mengakui bahwa penguatan kapasitas institusi masih menjadi kebutuhan mendesak, terutama dalam pemahaman metodologi penyusunan baseline emisi, pengelolaan data terstruktur, serta keterkaitan teknis dengan platform AKSARA sebagai sistem pelaporan emisi tingkat provinsi.
"Kegiatan ini penting untuk meningkatkan pemahaman teknis dan memberikan keseragaman pemahaman antar institusi, baik dalam metodologi perhitungan maupun perlakuan terhadap data dan asumsi," tambahnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum pembelajaran, tetapi juga membuka ruang kolaborasi produktif antara perangkat daerah dan mitra pembangunan, khususnya GGGI.
Dukung Target Pengurangan Emisi
Melalui peningkatan kapasitas ini, diharapkan pemerintah daerah semakin kuat dalam menyusun inventarisasi emisi yang akurat dan berkelanjutan, sehingga dapat berkontribusi nyata pada pencapaian target pengurangan emisi di tingkat lokal maupun nasional.
Dikeluarkan oleh:
PPID Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Nusa Tenggara Barat
Tanggal Publikasi: 9 Maret 2026
Kategori: Energi dan Ketenagalistrikan
Redaktur : Niken Arumdati
Penulis : Yudi Sutowibowo
Dokumentasi: PPID Dinas ESDM NTB
Artikel ini dapat disiarkan ulang dengan mencantumkan sumber: esdm.ntbprov.go.id
Artikel Terpopuler
1
Perizinan di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara Pasca Terbitnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020
13 Agu 2020 / 26159x dilihat
2
3
Pembersihan sumur bor menggunakan udara bertekanan
02 Nov 2020 / 6965x dilihat
4
Pemanfaatan Energi Terbarukan Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop
01 Des 2020 / 6221x dilihat
5
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Usaha Pertambangan di Kabupaten Lombok Timur
23 Feb 2021 / 3114x dilihat
Artikel Lainnya
Lihat SemuaPembersihan sumur bor menggunakan udara bertekanan
oleh Administrator / 02 Nov 2020
