DESDM NTB

KEPALA DINAS ESDM NTB KUNJUNGI TIONGKOK UNTUK TINGKATKAN PENGELOLAAN LIMBAH PERTANIAN DAN PENGGUNAAN BIOMASSA

Pada tanggal 24 Juni 2024, H. Sahdan ST, MT, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nusa Tenggara Barat (NTB), melakukan kunjungan resmi ke Tiongkok dengan tujuan memperdalam kerjasama dalam pengelolaan limbah pertanian dan penggunaan biomassa. Kunjungan ini menjadi langkah strategis NTB dalam menghadapi tantangan pengelolaan limbah pertanian dengan memanfaatkan teknologi canggih dan kebijakan yang kuat yang telah diterapkan oleh Tiongkok.

Di Tiongkok, fokus utama telah diberikan pada pengelolaan limbah pertanian dan penggunaan biomassa sebagai bagian dari upaya mereka dalam mempromosikan keberlanjutan dan mengurangi emisi karbon. Mereka telah berhasil mengintegrasikan teknologi biogas dan bioetanol dari limbah pertanian, serta mengembangkan sistem irigasi pertanian yang canggih yang telah memberikan dampak ekonomi signifikan.

Kunjungan H. Sahdan ST, MT dimulai dengan kunjungan ke Agriculture Irrigation & Rice-Fish Integrated Management, sebuah kawasan pertanian terpadu yang mencakup 1.000 hektar perkebunan padi organik. Kawasan ini tidak hanya berhasil dalam menciptakan pendapatan tambahan dari penjualan hewan dan hasil panen, tetapi juga memanfaatkan teknologi irigasi canggih yang mendukung lebih dari 100.000 pengunjung tahunan melalui pariwisata pertanian.

Selanjutnya, pada hari kedua kunjungan, dilakukan kunjungan ke Qingtongxia Yellow River Grand Canyon Tourist Area dan Ningxia Museum of Water Management Technology. Di sini, diskusi intensif dilakukan dengan Ningxia Clean Development Mechanism (CDM) mengenai lebih dari 100 proyek penelitian di industri hijau dan energi bersih, yang menunjukkan komitmen Tiongkok dalam menghadapi tantangan pengelolaan limbah dengan solusi berbasis teknologi.

Hari ketiga kunjungan mengarah ke Boneng Green Energy, fasilitas yang menghasilkan Bio-CNG dari limbah perkebunan dengan investasi besar. Fasilitas ini tidak hanya menghasilkan biogas dari ampas tebu, jagung, dan kotoran sapi, tetapi juga memproses limbah padat menjadi pupuk organik yang didistribusikan baik untuk rumah tangga maupun industri.

Pada hari keempat, kunjungan dilakukan ke Wuchang Rice Base di Provinsi Heilongjiang, yang menggunakan sistem pertanian organik dengan integrasi bebek untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kontrol hama. Model ini tidak hanya menciptakan keuntungan ekonomi yang signifikan, tetapi juga menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan lahan pertanian yang dapat diterapkan di NTB.

Kunjungan ditutup dengan kunjungan ke Harbin Hadong Xinchun Boiler Co. Ltd, perusahaan yang memproduksi biomassa sebagai pengganti gas alam. Perusahaan ini memberikan kontribusi besar dalam pengurangan pencemaran lingkungan dan peningkatan lapangan kerja di desa melalui teknologi pengolahan sampah menjadi energi.

Perbandingan dengan kondisi di Indonesia, khususnya NTB, menunjukkan bahwa meskipun beberapa inisiatif lokal telah dimulai dalam memanfaatkan biomassa sebagai sumber energi alternatif, tantangan infrastruktur dan kebijakan masih menjadi hambatan utama. Beberapa wilayah, seperti NTB, telah mulai memanfaatkan biomassa sebagai sumber energi alternatif. Namun, masih terdapat beberapa tantangan yang harus diatasi.

Tiongkok telah mengimplementasikan teknologi irigasi dan pengolahan limbah yang canggih, sementara Indonesia masih dalam tahap pengembangan teknologi yang sesuai. Dukungan pemerintah Tiongkok dalam pembangunan infrastruktur dan standardisasi teknologi sangat kuat, sementara di Indonesia perlu peningkatan kebijakan dan insentif untuk mendorong penggunaan biomassa. Lahan pertanian di Tiongkok telah efisien dalam integrasi antara pertanian, industri, dan pariwisata, dengan potensi yang serupa di NTB, Indonesia, tetapi memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan produktivitas. Sektor pariwisata pertanian di Tiongkok memberikan dampak ekonomi yang besar, dengan potensi yang sama di Indonesia yang memerlukan promosi dan pengembangan infrastruktur yang lebih baik.

Dengan kunjungan ini, diharapkan NTB dan Indonesia secara keseluruhan dapat mengambil pelajaran berharga dari pengalaman Tiongkok dalam mengelola limbah pertanian dan memanfaatkan biomassa secara efisien. Implementasi praktik terbaik yang diperoleh dari Tiongkok diharapkan dapat membantu meningkatkan keberlanjutan lingkungan, ekonomi petani, dan kontribusi Indonesia terhadap mitigasi perubahan iklim global. (ysppid)


Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, kewenangan dekonsentrasi dan pembantuan dalam bidang Energi dan Sumber Daya Mineral di Provinsi NTB.


NTB Prov.

KONTAK KAMI

Jl. Majapahit No.40, Kekalik Jaya, Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83010

(0370) 621356
Copyright 2024. Dinas ESDM NTB.