DESDM NTB

Kelompok Wanita Tani di Karang Sidemen Dukung Energi Terbarukan Lewat PLTS dan Solar Dryer

Karang Sidemen, Lombok Tengah – Warga Desa Karang Sidemen mulai beralih dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan seperti tenaga surya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan transisi energi yang adil dan merata, terutama bagi masyarakat pedesaan. Salah satu yang aktif mendorong perubahan ini adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat.

Pada kegiatan yang dilaksanakan pada 15 April 2025, KWT Kaki Rinjani – didorong untuk memanfaatkan energi terbarukan dalam aktivitas sehari-hari. Tujuannya tak hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tapi juga menekan biaya operasional dan meningkatkan hasil produksi.

Salah satu wujud nyatanya adalah pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan solar dryer atau pengering tenaga surya untuk membantu proses pengolahan hasil pertanian. Dengan alat ini, para petani perempuan tak perlu lagi bergantung pada penjemuran manual yang sering terkendala cuaca dan kurang higienis.

Meski banyak manfaatnya, proses transisi ini tak lepas dari tantangan, seperti pendanaan dan ketersediaan teknologi. Menurut Krisna dari Yayasan Rumah Energi, mereka memberikan pelatihan teknis kepada kelompok wanita, pemuda, dan tenaga lokal agar bisa mengelola dan memanfaatkan energi terbarukan secara mandiri.

"Ada dua potensi besar yang kami kembangkan, yaitu biogas dan PLTS atap. Penggunaan solar dryer sangat membantu proses pengeringan. Untuk mendukung pendanaan, kami bekerja sama dengan koperasi dan BUMDes," jelasnya.

Sekretaris Dinas ESDM NTB, Niken Arumdati, mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, khususnya peran Rumah Energi dalam mendorong transisi energi di tingkat komunitas. "Kami sangat berterima kasih atas kontribusi semua pihak. Harapannya, kerja sama ini bisa terus berlanjut untuk proyek serupa di tempat lain," ujarnya.

Anggota KWT pun merasakan langsung manfaatnya. “Kalau dulu musim hujan datang, kami panik mengangkat kopi yang dijemur. Sekarang dengan solar dryer, lebih praktis dan bersih,” cerita Siti Aisah, salah satu anggota KWT.

Fera, anggota lainnya, menambahkan bahwa biaya listrik untuk produksi juga turun. “Biasanya habis Rp100 ribu, sekarang cukup Rp50 ribu. Kami juga jadi lebih paham soal energi terbarukan,” katanya. Proses pengeringan yang lebih cepat membuat hasil produksi mereka makin mudah dipasarkan, bahkan sudah mulai menyasar pasar tradisional hingga wisatawan, termasuk di Pulau Sumbawa.

Keberhasilan ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di NTB. Dengan dukungan pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat, transisi energi bukan hanya soal efisiensi, tapi juga pemberdayaan perempuan desa untuk memperkuat ekonomi keluarga.

Penulis: Yudi Sutowibowo
Dokumentasi: Dinas ESDM NTB
Redaktur: Niken Arumdati

Hak Cipta: Konten ini dapat disiarkan ulang dengan mencantumkan sumber: desdm.ntbprov.go.id.


Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, kewenangan dekonsentrasi dan pembantuan dalam bidang Energi dan Sumber Daya Mineral di Provinsi NTB.


NTB Prov.

KONTAK KAMI

Jl. Majapahit No.40, Kekalik Jaya, Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83010

(0370) 621356
Copyright 2026. Dinas ESDM NTB.