DESDM NTB

Dialog Sektor Swasta dan Pemerintah: Dorong Transisi Energi Berkeadilan di NTB

Mataram, 26 November 2024 – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama sektor swasta menggelar dialog lintas sektor yang bertujuan mempercepat transisi energi berkeadilan di provinsi ini. Forum ini difasilitasi oleh Yayasan Penabulu melalui program Women and Vulnerable Group Benefited and Lead on Transformative and Just Energy Transition in Indonesia (WE for JET). Fokus utama diskusi adalah penerapan pendekatan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang inklusif dan berkeadilan. 

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, H. Sahdan, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah strategis melalui kebijakan yang jelas. "Melalui Peraturan Gubernur No. 13 Tahun 2024, kami menargetkan bauran energi hijau sebesar 30% pada tahun 2028. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa kebijakan ini berjalan efektif, melibatkan sektor swasta baik dalam investasi maupun pemberdayaan masyarakat. Ini adalah fondasi bagi transformasi energi yang lebih inklusif," ujar Sahdan. 

Sekretaris Dinas ESDM NTB, Niken Arumdati, menyoroti pentingnya pembiayaan hijau dalam mendukung transisi energi. “Pembiayaan hijau tidak hanya tentang investasi pada teknologi, tetapi juga memastikan bahwa manfaat ekonomi dan sosial dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama perempuan dan penyandang disabilitas,” jelas Niken. 

NTB juga telah mengeluarkan sejumlah regulasi penting untuk  mendukung transisi energi, termasuk Peraturan Gubernur No. 43 Tahun 2024 yang berfokus pada peta jalan transisi energi bersih untuk mencapai emisi nol bersih pada 2050. Ini mencakup pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan biomassa, serta mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan impor. 

Inisiatif pengembangan energi berbasis komunitas menjadi salah satu aspek penting, seperti penerapan teknologi surya di daerah terpencil yang belum terakses jaringan listrik PLN. 

Direktur Yayasan Penabulu, Nur Janah, menegaskan bahwa program WE for JET bertujuan agar perempuan dan kelompok rentan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat dalam transisi energi. "Pengetahuan mereka dalam pengelolaan energi harus menjadi bagian dari kebijakan, khususnya di sektor energi," ungkap Nur Janah. 

Forum ini menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kemitraan lintas sektor guna memanfaatkan potensi energi terbarukan di NTB. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga pada transformasi sosial-ekonomi masyarakat lokal, melalui penciptaan lapangan kerja baru dan peningkatan akses energi bersih. 

Sektor swasta diharapkan untuk berperan lebih besar dalam transisi ini, tidak hanya berorientasi pada keuntungan tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Investasi di sektor energi hijau diyakini akan membawa NTB menjadi pelopor transisi energi berkeadilan di Indonesia. 

Dengan dukungan dari berbagai pihak, NTB diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana transisi energi tidak hanya mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga berperan dalam menciptakan keadilan sosial yang berkelanjutan. Hal ini akan membuka jalan menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan dan lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Penulis: Yudi Sutowibowo
Redaktur: Niken Arumdati 

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan/atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber: desdm.ntbprov.go.id


Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, kewenangan dekonsentrasi dan pembantuan dalam bidang Energi dan Sumber Daya Mineral di Provinsi NTB.


NTB Prov.

KONTAK KAMI

Jl. Majapahit No.40, Kekalik Jaya, Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83010

(0370) 621356
Copyright 2026. Dinas ESDM NTB.