DESDM NTB

Biogas dan Mikrohidro: Dua Ujung Tombak Transisi Energi Berkeadilan NTB Dimulai dari Desa

Lombok, NTB – Transisi energi menuju sistem yang bersih dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak hanya berfokus pada proyek besar, tetapi justru dimulai dari desa dengan menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat. Kolaborasi erat antara pemerintah, BUMN, dan organisasi masyarakat sipil ini menempatkan kelompok perempuan dan rentan sebagai pelaku utama.

Dalam rangkaian kegiatan proyek Women and Vulnerable Group Benefited and Lead on Transformative and Just Energy Transition in Indonesia (WE for JET) yang diinisiasi Yayasan Penabulu, dilakukan kunjungan lapangan oleh Sekretaris Dinas ESDM Provinsi NTB, Niken Arumdati, ST., M.Sc., pada Kamis, 25 September 2025. Kunjungan ini difokuskan pada dua model transisi energi yang saling melengkapi.

Kunjungan pertama dilakukan di Desa Taman Ayu, Lombok Barat, yang menjadi pilot project pengembangan biogas dari kotoran ternak. Program ini dirancang untuk memberikan dampak langsung kepada keluarga, khususnya yang memiliki ternak.

"Program biogas ini adalah contoh nyata transisi energi yang berkeadilan. Ibu-ibu yang biasanya menghirup asap kayu bakar atau terbebani biaya gas LPG, kini bisa memasak dengan energi yang lebih bersih, murah, dan ramah lingkungan," jelas Niken Arumdati saat berdialog dengan warga.

Selain menyediakan energi untuk memasak, teknologi biogas juga menghasilkan pupuk organik berkualitas sebagai hasil sampingannya. Hal ini tidak hanya menghemat pengeluaran rumah tangga tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro) Pengga di Desa Pelambik, Lombok Tengah. PLTMH yang beroperasi sejak 1997 ini menjadi bukti sejarah ketahanan energi terbarukan di NTB.

Dengan memanfaatkan aliran air dari Bendungan Pengga, PLTMH ini menghasilkan listrik 400 kW yang disalurkan ke sistem kelistrikan Lombok. Bersama dengan pembangkit EBT lainnya, PLTMH Pengga berkontribusi pada 5,72% bauran energi terbarukan di NTB.

"Keberadaan PLTMH Pengga selama puluhan tahun membuktikan bahwa energi bersih skala komunal dapat diandalkan. Ini menjadi inspirasi bagi pengembangan energi terbarukan lainnya di NTB," tambah Niken.

Dalam arahan nya kepad Kepala Desa, Niken menekankan bahwa keberhasilan program ini, terutama biogas, sangat bergantung pada keterlibatan aktif semua pihak di level desa.

“Pemerintah Desa harus memastikan kelompok perempuan dan disabilitas terlibat dalam setiap proses, dari perencanaan hingga pengawasan. Penyediaan lahan dan sosialisasi yang intensif juga kunci utama,” tegasnya.

Kolaborasi multi-pihak antara Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah desa, PLN, dan Yayasan Penabulu melalui proyek WE for JET ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya transisi energi yang inklusif dan berkeadilan, dimulai dari solusi-solusi praktis di tingkat rumah tangga dan komunitas.

Penulis: Yudi Sutowibowo
Dokumentasi:Dinas ESDM NTB
Redaktur:Niken Arumdati

Artikel ini dapat disiarkan ulang dengan mencantumkan sumber esdm.ntbprov.go.id.


Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang mempunyai tugas pokok melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan, kewenangan dekonsentrasi dan pembantuan dalam bidang Energi dan Sumber Daya Mineral di Provinsi NTB.


NTB Prov.

KONTAK KAMI

Jl. Majapahit No.40, Kekalik Jaya, Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83010

(0370) 621356
Copyright 2026. Dinas ESDM NTB.