Kunjungan Gubernur NTB ke PLTS Komunal di KTM Labangka Kab. Sumbawa


Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa di Bulan Ramadan 1438 H dari Kepala Dinas ESDM Prov. NTB



Testimoni Penerima Bantuan Sumur Bor di Desa Sampar Goal, Kec. Lunyuk, Kab. Sumbawa

Link Terkait



Lebih detail kontak
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Statistik

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterSekarang104
mod_vvisit_counterKemarin63
mod_vvisit_counterMinggu ini824
mod_vvisit_counterMinggu lalu1658
mod_vvisit_counterBulan ini3741
mod_vvisit_counterBulan lalu5526
mod_vvisit_counterSeluruhnya164176

We have: 1 guests, 1 bots online
IP anda: 107.22.118.242
 , 
Today: Sep 21, 2017

Jadwal Sholat

DESDM.NTBPROV.GO.ID

KUNJUNGAN KEDUTAAN BESAR JERMAN KE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) KOMUNAL PENGGADUNGAN 30 kWp, LOMBOK UTARA

Pada tanggal 21 Juli 2017, perwakilan dari Kedutaan Besar Jerman dan Federal Ministry for Economic Affairs and Energy mengunjungi PLTS Komunal 30 kWp di Dusun Penggadungan, Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Maksud dari kunjungan tersebut adalah melihat dari dekat model pengelolaan PLTS Perdesaan di Dusun Penggadungan. PLTS Komunal Penggadungan dibangun oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Energi Skala Kecil Tahun Anggaran 2017. Saat ini, PLTS Komunal Penggadungan melayani kebutuhan listrik 87 rumah tangga, 3 fasilitas umum dan 8 usaha kecil.

Terpilih sebagai salah satu lokasi percontohan Model Pengelolaan PLTS Perdesaan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB dan Energising Development (EnDev) Indonesia Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, sebagaimana yang tertuang di dalam Kesepakatan Bersama Nomor : 670/161//DPM-PTSP dan Nomor : 19/EnDev/05.2017, dengan kegiatan utama sebagai berikut :


  1.  Memfasilitasi peningkatan kerja sama antar Dinas dan pemangku kepentingan dalam pengelolaan PLTS;
  2.  Memfasilitasi pembentukan Koperasi dan pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di lokasi percontohan, serta peningkatan keterlibatan perempuan dalam program PLTS;
  3. Memfasilitasi pengembangan sistem dukungan teknis lokal (local support center);
  4. Pelatihan teknis untuk penyedia jasa teknis PLTS;
  5. Pelatihan pengenalan PLTS untuk dinas dan pemangku kepentingan;
  6. Pelatihan untuk pengelola PLTS khususnya operator.


Kegiatan ini akan berlangsung selama 8 (delapan) bulan, dengan harapan setelah berakhir akan menghasilkan parameter pencapaian sebagai berikut :


  1. Terbentuknya platform komunikasi antar pemangku kepentingan;
  2.  Pengelola PLTS menjadi formal dan berbadan hukum (Koperasi atau Bumdes);
  3.  Terdapat minimal satu usaha dalam satu desa tumbuh dan memiliki akses pendanaan dari lembaga keuangan lokal;
  4.  Terdapat minimal satu badan usaha penyedia suku cadang dan teknisi PLTS lokal tersedia yang dapat diakses oleh pengelola PLTS;
  5.  Perempuan terlibat aktif dalam pengelolaan PLTS;
  6. Energi desa berjalan secara efektif.

Sumber : Niken Arumdati, ST, M.Sc


 

MENGAWAL GEOPARK TAMBORA MENUJU GEOPARK NASIONAL


Gunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa tepatnya di Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu merupakan gunungapi yang memiliki bentuk yang unik dimana puncak gunungnya membentuk cawan yang sangat besar berdiameter kurang lebih 7 kilometer disebut Kaldera. Bentuk ini tidak lepas dari kejadian dahsyat pada tahun 1815. Kejadian yang setiap tanggal 10 April diperingati sebagai dua abad meletusnya gunung Tambora (Tambora menyapa dunia) merupakan kejadian letusan dahsyat yang gemuruhnya terdengar sampai ke pulau Sumatera. Kejadian letusan ini diperkirakan menelan korban jiwa lebih dari 92 ribu jiwa baik secara langsung maupun tidak langsung dan meluluh lantakan 3 kerajaan disekitar kaki gunung Tambora yaitu kerajaan Tambora, Pekat dan Sanggar. Kini situs kerajaan tersebut tertanam dikedalaman 3 m dibawah tumpukan material pyroklastik hasil letusan gunung Tambora di Desa Pancasila Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Dari hasil ekskavasi disana dijumpai kerangka manusia, peralatan masak, peralatan perang dan pondasi rumah sehingga setelah penemuan situs tersebut letusan gunung Tambora sering diistilahkan sebagai Pompei dari Indonesia. Sayangnya situs tersebut tidak diurus dengan baik sehingga terbengkalai sehingga bukti-bukti artefak tersebut telah diamankan di Balai Arkeologi Bali.

Disisi lain letusan dahsyat tersebut meninggalkan lubang yang sangat besar dipuncak gunung Tambora berupa kaldera (kawah yang diameternya lebih dari 2 km) dengan diameter puncak 7 km dan diameter dasar kaldera 3,5 x 4 km. Pembentukan kaldera ini diakibatkan oleh runtuhnya puncak gunung Tambora yang diperkirakan sebelum letusan memiliki ketinggian lebih dari 4000 mdpl oleh letusan dahsyat tahun 1815 dan pelepasan material vulkanik yang begitu besar sehingga lubang kepundah mengalami kekosongan dan runtuh membentuk kaldera. Kejadian letusan ini tercatat 4 kali lebih besar dari kejadian letusan gunung Krakatau tahun 1883. Diperkirakan letusan abu vulkanik Tambora mencapai ketinggian 45 km dpl dan sebarannya mencapai benua Eropa sehingga tahun itu disebut year without summer (tahun tanpa musim panas).

Sejarah di Eropa mencatat bahwa kekalahan Raja Napoleon (raja Prancis saat itu) diperkirakan diakibatkan oleh kejadian letusan Tambora. Karena pada waktu itu Eropa mengalami kegagalan panen besar-besaran diakibatkan oleh musim dingin berkepanjangan sehingga tentara Raja Napoleon yang terus berperang mengalami kekurangan suplay bahan makanan. Dari sisi pendidikan kejadian letusan dahsyat ini merupakan kejadian yang paling dekat dengan masa kita saat ini sehingga dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi generasi sekarang bahwa di Indonesia terdapat sekitar 127 buah gunungapi aktif tipe A yang memiliki resiko dan ancaman yang berbeda-beda yang perlu kita pahami ancamannya terutama bagi masyarakat yang tinggal disekitarnya.

Selain dilihat dari ancaman bahaya letusan, kejadian letusan Tambora merupakan warisan geologi (geoheritage) yang sangat berharga dan bernilai internasional. Hal ini dilihat dari hasil letusan berupa kaldera yang sangat besar dengan bentang alam yang sangat indah yang sulit ditemukan ditempat lain. Begitu juga terdapat potensi geowisata disekitar gunung Tambora yang bernilai tinggi yaitu: Pulau Satonda yang merupakan pulau vulkanik hasil letusan gunungapi tua yang memiliki danau yang bersifat asin bahkan lebih asin dari air laut disekitarnya. Didanau tersebut terdapat Stromatolit yang merupakan organisme purba. Pulau Satonda merupakan tempat wisata berkelas internasional yang memiliki keindahan pantai dan danau yang unik. Selain itu di pantai Nangameru terdapat fosil Kima raksasa yang sangat unik dan Indah serta jarang dijumpai ditempat lain. Oleh sebab itu, keragaman geologi ini perlu dikembangkan menjadi geopark.

Geopark adalah konsep pengembangan kawasan berbasis pemanfaatan potensi geodiversity secara terintegrasi dengan biodiversity dan cultural diversity  dengan menerapkan prinsip konservasi yang disinergikan dengan  rencana tata ruang. Tujuan dari Konsep ini adalah melestarikan situs geologi pada suatu wilayah dengan melibatkan masyarakat di sekitar situs tersebut. Motto dari geopark itu sendiri adalah “Memuliakan bumi, mensejahterakan masyarakat”. Oleh sebab itu, pengusulan Gunung Tambora menjadi salah satu Geopark Nasional merupakan salah satu langkah yang baik guna mengembangkan perekonomian masyarakat disekitar gunung Tambora melalui kegiatan geowisata yang ramah terhadap situs-situs geologi yang ada tempat itu. Kegiatan penilaian geopark Tambora menjadi geopark nasional akan dilakukan pada akhir Juni s/d awal Juli tahun 2017 oleh Tim dari Badan Geologi Kementerian ESDM. Semoga pengusulan geopark Tambora menjadi geopark nasional berhasil seperti kakak tuanya geopark Rinjani-Lombok.

 

Penulis : Kusnadi

 

Struktur Organisasi Dinas ESDM NTB


 

Struktur Organisasi Balai ESDM

 

Inspektur Tambang

Jabatan Fungsional Inspektur Tambang dan Angka Kreditnya dan Penjelasan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK)Inspektur tambang adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak untuk melakukan inspeksi tambang. Peraturan yang dapat anda download di bagian bawah tulisan ini tentang Jabatan fungsional Inspektur tambang dan angka kreditnya yang mencakup: Pengertian jabatan fungsional Inspektur tambang.Rincian kegiatan jabatan fungsional Inspektur tambang dan angka kreditnya.Jumlah angka kredit kumulatif minimal untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat jabatan fungsional Inspektur tambangRumpun jabatan, kedudukan, dan tugas pokokUnsur dan sub unsur kegiatanJenjang jabatan dan pangkatRincian kegiatan yang...


Selengkapnya...

RINGKASAN DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARATDOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( DPA SKPD )Dinas Energi dan Sumber Daya MineralTAHUN ANGGARAN 2017


Selengkapnya...

NTB dalam Angka 2015

NTB dalam Data 2015 merupakan publikasi tahunan yang menyajikan data primer dan sekunder yang mencerminkan keadaan Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2015. Data Primer bersumber dari berbagai kegiatan sensus/survey yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat dan data sekunder bersumber dari berbagai instansi pemerintah. Disini anda Bisa Download NTB Dalam Angka Format Pdf: NTB Dalam Data (DDD)_2015 (http://bappeda.ntbprov.go.id/wp-content/uploads/2015/12/DDD_2015-10112015-final-OK..pdf)dikutip sesuai aslinya : http://bappeda.ntbprov.go.id/data-dan-informasi/ntb-dalam-angka/ntb-dalam-angka-2015/ (http://bappeda.ntbprov.go.id/data-dan-informasi/ntb-dalam-angka/ntb-dalam-angka-2015/)


Selengkapnya...
Anda berada di: Home
Joomla extensions by Siteground Hosting